Acara Posyandu di Balai Desa Kedungsumber Dijadikan Ajang Pencitraan
-Gresik-Dalam acara yang bertajuk launching dan pembinaan posyandu 6 SPM di pendopo desa kedungsumber kecamatan Balongpanggang kabupaten Gresik ini diwarnai dengan pernyataan pernyataan yang tidak sesuai dengan kondisi dilapangan, serta hal hal yang tidak terpuji lainya.
Pertama, apa yang disampaikan tidak sesuai kenyataan.
dalam sambutanya, kepala dinas pemerintahan desa kabupaten Gresik, Abu Hasan menyatakan bahwa prioritas pembangunan di wilayah Gresik selatan adalah pengelolaan sampah dan jalan Poros desa, Ia menegaskan kalau Gresik selatan sudah bebas dari sampah, tetapi kenyataanya masih banyak sampah berserakan di pinggir jalan Poros desa dengan bau yang menyengat, seperti yang terjadi di desa kedungsumber, pacuh dan tenggor.
Kedua, mengancam akan memangkas anggaran desa bila tidak meprioritaskan program pengolahan sampah.
Tidak berbeda jauh dengan pernyataan Abu Hasan, dalam sambutanya isteri bupati Gresik yang akrab di panggil nurul haromaini ali ini mengancam akan memangkas anggaran desa apabila tidak ada realisasi terkait dengan program pengelolaan sampah di desa.
Kok bisa ya, padahal isteri bupati bukan pengelola anggaran, sampai berani mengeluarkan ancaman seperti itu..hiiiiii.. Ngeri.
Ketiga, hingga kini tempat pengelolaan sampah di beberapa desa seperti kedungsumber tepatnya di dusun kedungwatu masih belum beroperasi alias mangkrak karena tidak ada tindak lanjut dari bupati Gresik fandi akhmad yani.
Dari tahun 2025 cuma dijanjeni thok mas, " Ujar salah satu undangan ketika ditanya.
Ya tunggu saja nanti kalau mau pilkada, biasanya calon kepala daerah itu suka ngobrol janji manis bila kampanye, setelah itu ya pusss...
Keempat, apa pejabat Gresik itu tidak pernah makan nasi kotak ya, bayangkan saja, acara belum dimulai terlihat supir para pejabat yang terhormat itu terlihat mondar mandir sambil menenteng beberapa tas plastik berisi nasi kotak langsung di masuk kedalam bagasi mobil masing masing, mulai mobil isteri bupati, kepala dinas dan rombongan yang lain, terlihat ada parsel turut dimasuk kan kedalam bagasi,..
Tidak ada rasa malu sedikitpun, padahal jelas jelas itu duit rakyat ...wez gak bondo.. Ngentek ngentek i pisan....dari rumah belum sarapan kaliii....
Terakhir, daripada cuma jadi ajang pencitraan, mending anggaran itu digunakan untuk nanggap ludruk atau elektone.. Lebih bermanfaat dan menghibur rakyat.(fan)

